Hat-trick di Gelora Delta
Persik 2 vArema 1
SIDOARJO - Gelora Delta, Sidoarjo, bisa diibaratkan sebagai rumah kedua bagi Persik Kediri jika menjamu Arema Malang. Sudah tiga kali Macan Putih, julukan Persik, bersua dengan Arema di stadion tersebut. Hasilnya, Persik selalu berhasil mengandaskan musuh bebuyutannya itu.
Uniknya, hasil akhir selalu berkesudahan dengan skor 2-1. Yang pertama terjadi dalam partai ekshibisi antara juara Ligina (Persik) kontra kampiun Copa Indonesia (Arema) 2006. Itu adalah partai persahabatan untuk membuka gelaran Ligina 2007.
Yang kedua, kedua tim bertemu di final Piala Gubernur VII pada Minggu, 1 Juni lalu. Saat itu Persik menahbiskan diri sebagai juara setelah menang dengan skor 2-1. Nah, kemarin (11/10), dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Persik berhasil menjaga rekor tersebut.
Danilo Fernando dkk menang dengan skor 2-1 (1-0). Persik membuka gol pada menit ke-38 lewat gol cantik Khusnul Yuli. Dia mampu melakukan tendangan voli di sisi kanan area penalti Arema.
Singo Edan, julukan Arema, sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat Emaleu Serge. Gol striker asal Kamerun tersebut bermula dari keteledoran bek Persik Aris Indarto. Kelengahannya dalam menjaga bola membuat Serge berhasil mencuri si kulit bundar. Gol kemenangan Persik diceploskan pemain pengganti Agus Susanto pada menit ke-78.
"Anak-anak benar-benar profesional. Mereka tak terpengaruh keterlambatan gaji yang cukup lama. Mereka seperti tidak memikirkan anak-istri yang menunggu gaji di rumah," kata Iwan Budianto, manajer Persik, kemarin.
Gusnul Yakin, pelatih Arema, mengakui bahwa tim racikannya kalah kelas dari Persik. Kualitas serta pengalaman para pemain Persik dilihatnya sebagai faktor utama kemenangan mereka.
"Dua gol tadi memperlihatkan kalau kualitas Persik lebih bagus dari Arema. Absennya Mbamba (Emile Bertrand Mbamba, Red) juga sangat berpengaruh," ucap Gusnul.
Terlepas dari hasil tersebut, Iwan menegaskan, keputusan untuk cuci gudang sudah bulat. Karena itu, dia mempersilakan klub-klub lain untuk membeli pemain-pemainnya.
"Tidak cuma pemain asing, pemain lokal pun siap kami jual. Ini untuk menutup krisis finansial tim. Saat ini sudah ada beberapa tim yang mengajukan diri," imbuh mantan manajer Arema tersebut.
Bagi Persik, raihan tiga angka tersebut membuat mereka mengalami lompatan posisi. Kini, Macan Putih berhasil menembus tiga besar klasemen sementara. Dua kali juara Liga Indonesia tersebut mengumpulkan 24 poin dari 23 laga yang dijalani.
Hasil apik tersebut sekaligus menjadi modal berharga bagi Persik sebelum laga maut ke Bumi Papua. Mereka bakal menghadapi Persiwa Persipura Jayapura (15/10) dan Persiwa Wamena (19/10).
"Tren permainan tim ini terus meningkat. Ini adalah kemenangan yang sangat berharga. Bagaimana tidak, kami berhasil mengalahkan dua tim besar. Sebelumnya, kami sudah mengandaskan Persija Jakarta," tambah Iwan.
Tentang pertandingan tandang nanti, dia mengatakan jika anak asuhnya siap tempur. Mengenai tekanan suporter supporter Persipura, hal tersebut tak membuatnya ciut nyali.
"Cirinya Persik itu kalau bermain ditekan malah bisa bermain bagus. Lawan Persija contohnya. Tadi (kemarin), kami juga bertanding di bawah tekanan. Kami tak ubahnya bermain di kandang lawan. Tapi, nyatanya anak-anak bisa bermain dengan bagus," ujar pria yang sedang mencalonkan sebagai wali kota Kediri tersebut.
Sementara, bagi Arema, kekalahan tersebut membuat ambisi mereka untuk menembus papan atas klasemen harus tertunda. Singo Edan tetap terpaku di peringkat ketujuh. Suroso dkk hanya mengoleksi 20 poin dari 12 laga. Mereka cuma unggul selisih gol dari Persib Bandung yang menguntit satu setrip di bawahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar