Kamis, 30 Oktober 2008
WALIKOTA BARU
Kamis, 16 Oktober 2008
[heterokedastisitas
Heteroskedastisitas
Asumsi penting lainnya dari classical linier regression model adalah bahwa disturbance term error dan homoskedastisitas varians sama untuk semua disturbance term error. Masalah heteroskedastisitas akan lebih sering muncul pada data cross-sectional daripada time series.
Heteroskedastisitas terjadi apabila varians dari setiap kesalahan pengganggu tidak bersifat konstan. Dampak yang akan ditimbulkan adalah asumsi yang terjadi masih tetap tidak berbias, tetapi tidak lagi efisien.
Halbert White mengatakan bahwa uji Χ2 merupakan uji umum ada tidaknya kesalahan spesifikasi model karena hipotesis nol yang melandasi adalah asumsi bahwa: (1) residual adalah homoskedastisitas dan merupakan variabel independen, (2) spesifikasi linear atas model sudah benar. Dengan hipotesis nol tidak ada heteroskedastisitas, jumlah observasi (n) dikalikan R2 yang diperoleh dari regresi auxiliary secara simtotis akan mengikuti distribusi Chi Square dengan derajat kebebasan sama dengan jumlah variabel independen (tidak termasuk konstanta). Bila salah satu atau kedua asumsi ini tidak dipenuhi akan mengakibatkan nilai statistik t yang signifikan. Namun sebaliknya, jika nilai statistik t tidak signifikan, berarti kedua asumsi di atas dipenuhi, artinya model yang digunakan lolos dari masalah heteroskedastisitas.
Manurung et al. (2005) menjelaskan bahwa ada dua cara untuk mendeteksi keberadaan heteroskedastisitas, yaitu metode informal dan metode formal. Metode informal biasanya dilakukan dengan melihat grafik plot dari nilai prediksi variabel independen (ZPRED) dengan residualnya (SRESID). Variabel dinyatakan tidak terjadi heteroskedastisitas jika tidak terdapat pola yang jelas dan titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka nol pada sumbu Y. Metode formal untuk mendeksi keberadaan heteroskedastisitas antara lain dengan Park Test, Glejser Test, Spearman’s Rank Correlation Test, Golfeld-Quandt Test, Breusch-Pagan-Godfrey Test, White’s General Heteroscedasticity Test, dan Koenker-Basset Test.
Nachrowi dan Usman (2006) menjelaskan bahwa data cross section sering memunculkan varians error yang heteroskedastis, akan tetapi, bukan berarti data time series terhindar dari permasalahan ini. Indeks harga saham, inflasi, nilai tukar, atau suku bunga, seringkali mempunyai varians error yang tidak konstan. Sekalipun keberadaan heteroskedastisitas masih memberikan pendugaan yang tidak bias dan konsisten, pendugaan tersebut sudah tidak efisien, yaitu varians dari estimator tidak minimum. Akibatnya pada uji t, interval kepercayaan, dan berbagai ukuran lainnya, menjadi tidak tepat. Model yang dikenal sebagai AutoRegressive Conditional Heteroscedasticity (ARCH) dan Generalized AutoRegressive Conditional Heteroscedasticity (GARCH) justru memanfaatkan heteroskedastisitas untuk membuat model.
Misalkan kita memiliki persamaan regresi
Yi = a0 + a1.Xi + ei
regresikan persamaan untuk mendapatkan a0, a1 dan nilai residualnya (ei)
Uji Heteroskedastisitas dengan metode di bawah ini:
A. Uji Park
1. Regresikan nilai absolut residual (ei) pada x
ln(ei^2) = b0 + b1.ln(Xi) + Vi
2. Bila b1 signifikan beda dengan 0 (uji t) maka persamaan memiliki masalah hetrosekdastistas
3. Pada multivariate, cobakan tiap tiap variabel independen (Xi) atau variabel dependen (Yi)
B. Uji Glejser:
1. Regresikan nilai absolut ei pada x
|ei| = b0 + b1.Xi + Vi atau
|ei| = b0 + b1.sq(Xi^2) + Vi atau
|ei| = b0 + b1.(1/Xi) + Vi atau
dll
2. Apabila t pada b1 signifikan artinya ada heteroskedastistas
3. Pada multivariate, cobakan tiap tiap variabel independen (Xi) atau variabel dependen (Yi)
C. Uji Goldfeld-Quandt
1. Urutkan data X berdasarkan nilainya
2. Bagi data menjadi 2, satu bagian memiliki nilai yang tinggi, bagian lainnya memiiki nilai yang rendah, sisihkan data pada nilai tengah
3. Jalankan regresi untuk masing-masing data
4. Hitung F test, F=[ESSlarge X/df]/[ESSsmall X/df]
5. Apabila nilai F unite, maka homoskedastistas
dikutip yohan naftali
Senin, 13 Oktober 2008
PERSIK MENANG NDA.......
Persik 2 vArema 1
SIDOARJO - Gelora Delta, Sidoarjo, bisa diibaratkan sebagai rumah kedua bagi Persik Kediri jika menjamu Arema Malang. Sudah tiga kali Macan Putih, julukan Persik, bersua dengan Arema di stadion tersebut. Hasilnya, Persik selalu berhasil mengandaskan musuh bebuyutannya itu.
Uniknya, hasil akhir selalu berkesudahan dengan skor 2-1. Yang pertama terjadi dalam partai ekshibisi antara juara Ligina (Persik) kontra kampiun Copa Indonesia (Arema) 2006. Itu adalah partai persahabatan untuk membuka gelaran Ligina 2007.
Yang kedua, kedua tim bertemu di final Piala Gubernur VII pada Minggu, 1 Juni lalu. Saat itu Persik menahbiskan diri sebagai juara setelah menang dengan skor 2-1. Nah, kemarin (11/10), dalam lanjutan Indonesia Super League (ISL), Persik berhasil menjaga rekor tersebut.
Danilo Fernando dkk menang dengan skor 2-1 (1-0). Persik membuka gol pada menit ke-38 lewat gol cantik Khusnul Yuli. Dia mampu melakukan tendangan voli di sisi kanan area penalti Arema.
Singo Edan, julukan Arema, sempat menyamakan kedudukan pada menit ke-67 lewat Emaleu Serge. Gol striker asal Kamerun tersebut bermula dari keteledoran bek Persik Aris Indarto. Kelengahannya dalam menjaga bola membuat Serge berhasil mencuri si kulit bundar. Gol kemenangan Persik diceploskan pemain pengganti Agus Susanto pada menit ke-78.
"Anak-anak benar-benar profesional. Mereka tak terpengaruh keterlambatan gaji yang cukup lama. Mereka seperti tidak memikirkan anak-istri yang menunggu gaji di rumah," kata Iwan Budianto, manajer Persik, kemarin.
Gusnul Yakin, pelatih Arema, mengakui bahwa tim racikannya kalah kelas dari Persik. Kualitas serta pengalaman para pemain Persik dilihatnya sebagai faktor utama kemenangan mereka.
"Dua gol tadi memperlihatkan kalau kualitas Persik lebih bagus dari Arema. Absennya Mbamba (Emile Bertrand Mbamba, Red) juga sangat berpengaruh," ucap Gusnul.
Terlepas dari hasil tersebut, Iwan menegaskan, keputusan untuk cuci gudang sudah bulat. Karena itu, dia mempersilakan klub-klub lain untuk membeli pemain-pemainnya.
"Tidak cuma pemain asing, pemain lokal pun siap kami jual. Ini untuk menutup krisis finansial tim. Saat ini sudah ada beberapa tim yang mengajukan diri," imbuh mantan manajer Arema tersebut.
Bagi Persik, raihan tiga angka tersebut membuat mereka mengalami lompatan posisi. Kini, Macan Putih berhasil menembus tiga besar klasemen sementara. Dua kali juara Liga Indonesia tersebut mengumpulkan 24 poin dari 23 laga yang dijalani.
Hasil apik tersebut sekaligus menjadi modal berharga bagi Persik sebelum laga maut ke Bumi Papua. Mereka bakal menghadapi Persiwa Persipura Jayapura (15/10) dan Persiwa Wamena (19/10).
"Tren permainan tim ini terus meningkat. Ini adalah kemenangan yang sangat berharga. Bagaimana tidak, kami berhasil mengalahkan dua tim besar. Sebelumnya, kami sudah mengandaskan Persija Jakarta," tambah Iwan.
Tentang pertandingan tandang nanti, dia mengatakan jika anak asuhnya siap tempur. Mengenai tekanan suporter supporter Persipura, hal tersebut tak membuatnya ciut nyali.
"Cirinya Persik itu kalau bermain ditekan malah bisa bermain bagus. Lawan Persija contohnya. Tadi (kemarin), kami juga bertanding di bawah tekanan. Kami tak ubahnya bermain di kandang lawan. Tapi, nyatanya anak-anak bisa bermain dengan bagus," ujar pria yang sedang mencalonkan sebagai wali kota Kediri tersebut.
Sementara, bagi Arema, kekalahan tersebut membuat ambisi mereka untuk menembus papan atas klasemen harus tertunda. Singo Edan tetap terpaku di peringkat ketujuh. Suroso dkk hanya mengoleksi 20 poin dari 12 laga. Mereka cuma unggul selisih gol dari Persib Bandung yang menguntit satu setrip di bawahnya.
Sabtu, 11 Oktober 2008
PKT akhirnya bangkit
Jumat, 10/10/2008 | 07:51 WIB
SAMARINDA, JUMAT - Setelah beberapa kali kalah , PKT Bontang akhirnya bangkit dan sukses menekuk Persitara Jakarta Utara 3-2 (1-0) di Stadion Mulawarman PT Pupuk Kalimantan Timur, Bontang, Kamis (9/10) malam.
Kemenangan PKT diawali gol Josiah Seton menit ke-43. Gol berawal dari umpan tarik El Janaby di sayap kiri yang sempat ditepis Wawan Dermawan. Namun, posisi Josiah amat menguntungkan sehingga mampu gawang Persitara jebol. Skor 1-0 untuk PKT bertahan hingga turun minum.
Baru tiga menit babak kedua dimulai, "Laskar Khatulistiwa" kembali merobek jala Persitara. Trias Budi mempersembahkan gol menit ke-48. Persitara memperkecil ketinggalan dengan gol Jhon Tarkpor menit ke-55.
Namun, PKT kembali mencetak gol menit ke-89 oleh Miftakul Huda. Di injury time, menit ke-90, Banaken Bossoken mempersembahkan gol untuk Persitara tetapi tidak mampu membuat tim terhindar dari kekalahan.
Dalam laga sebelumnya, Senin (6/10), Persib Bandung sang tamu mengandaskan PKT 2-1. Di waktu yang sama, Persiba Balikpapan menggulung sang tamu Persitara 1-0.
Met Lebaran mohon maaf lahir dan batin
maafin dosa-dosa aq ya,baek yg aq sengaja maupun yg g sengaja..........
qta mulai dari nol ya(kayak iklan pertamina)..............
